Jumat, 07 November 2025

Kesibukan Berfaidah dalam Mengelola Waktu

Kesibukan Berfaidah Dalam Mengelola Waktu

  • Bergerak dengan ikhlas karena Allah, untuk tujuan kebaikan atau dakwah (proaktif)
  • Bekerja sama dan berkolaborasi dalam kebaikan yang konstruktif, dengan hati yang ikhlas dan akhlak yang baik
  • Menyukai tolong menolong dan menunaikan kegiatan kolektif (meninggalkan legacy setelah kematian, umur kedua, didoakan orang yang mendapatkan manfaat kita)
  • Melakukan 5 hal yang sahabat nabi muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam suka melakukannya:
    1. Bersatu dengan kaum muslimin
    2. Mengikuti Sunnah nabi
    3. Memakmurkan Masjid
    4. Sering membaca Alquran
    5. Jihad di Jalan Allah (Berdakwah, Mengajar, jika diperlukan dengan berperang)
  • Biasakan Amal Jama'i (Kegiatan Kolektif), dia adalah ikatan Allah bersama dengan para ahli ketaatan
  • Membaca, faidahnya:
    • Membiasakan agar berilmu sebelum beramal dan supaya makin berilmu makin takut kepada Allah
    • Mengenali pondasi-pondasi dan kaidah-kaidah ilmu.
    • Memiliki Pemahaman dalam mengenali dan menolak pemikiran rancu dan tidak ilmiah
    • Memiliki pengetahuan yang disegani orang lain.
    • memiliki pemahaman dalam menghadapi tantangan dan dinamika realita.
  • Memiliki Program dalam mengisi kesibukan
    • Membuat rutinitas
    • Menghilangkan kebosanan dengan berganti rutin
  • Doa manfaaatnya:
    • Menghindarkan Adzab
    • Dampaknya, hilangnya sekian banyak waktu untuk menghadapi musibah demi musibah karena dosa.
    • Ketika kita berdoa dan taubat, terbuka sebab-sebab kebaikan.
    • Dampaknya, penggunaan waktu menjadi lebih positif.
  • Memiliki Cita-cita tinggi dan proyek-proyek pribadi maupun kolektif yang penting. Membuat kita mengkonsumsi waktu kita sepenuhnya untuk mencapai target-target tersebut.
    • Cita-cita tertinggi adalah surga
    • Cita-cita selanjutnya yang juga penting adalah bermanfaat dan memajukan umat islam.
    • Cita-cita selanjutnya adalah berjihad dalam apapun bentuk manifestasinya
    • Cita-cita selanjutnya adalah konsisten  berdzikir
  • Prinsip Time Management Salafush Sholeh 
    • فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ ۝ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ

      📖 Surah Al-Insyirah (94): Ayat 7–8

    • Terjemah (Kemenag RI):

      7. Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).
      8. Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.

  • 3 Kesibukan Berfaidah:
  • Penyebab Waktu Terbuang
    • Mengikuti hawa nafsu
    • Panjang angan-angan
    • Depresi dengan kemiskinan sehingga meninggalkan ketaatan karena tidak sabar
    • Congkak dengan kekayaan sehingga menjadi orang yang melampaui batas dalam dosa
    • Sakit Parah sehingga tidak bisa beraktifitas normal
    • Pikun
    • Mati
    • Datangnya Dajjal
    • Datangnya tanda-tanda akhir zaman, berupa musibah, kekacauan, kehancuran
  • Dampak buruk kekosongan hati dari dzikir dan ilmu
    • Mengikuti semua teknologi baru yang memudahkan sehingga malas bergerak, lalai dari realita diri dan umat, tidak ada semangat merubah kondisi lemahnya menjadi lebih kuat, baik secara ilmiah (Science), jasadiah (fisik) dan qolbiah (jiwa). Lalai dari tujuan penciptaan (ibadah (iman, amal sholeh, hijrah, jihad, dan tahkim syariah)) nya di dunia.
  • Manfaat Mengelola Waktu dengan Amal Sholeh
1. Doanya Mustajab, Dalilnya

📖 Surah Al-Anbiyā’ (21): Ayat 89

Teks Arab:

وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

Terjemah (Kemenag RI):

Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri, dan Engkaulah pewaris (yang terbaik).”

2. Tenang Dalam Menjawab Pertanyaan Umur di Akhirat

📜 Teks Hadits (Lengkap):

عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الأَسْلَمِيِّ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ فِيهِ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ


📖 Referensi:

  • Hadits riwayat At-Tirmidzi, no. 2417

  • Diriwayatkan juga oleh Ad-Dārimī (538), Al-Baihaqī, dan Al-Ḥākim

  • Dinilai hasan sahih oleh Imam At-Tirmidzi


🌿 Terjemah (Bahasa Indonesia):

Dari Abu Barzah al-Aslami radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang:
umurnya — untuk apa ia habiskan,
ilmunya — bagaimana ia amalkan,
hartanya — dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan,

serta tubuhnya — untuk apa ia gunakan.”

 3. Hidup yang Diridhoi

📖 QS. Al-Ḥāqqah (69): 21

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ

Terjemah:
“Maka dia berada dalam kehidupan yang diridhai (menyenangkan).”

4. Mendapatkan Surga, Perhiasan dan Pakaian di Surga

📖 QS. Al-Kahfi (18): 30–31

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا ۝ أُولَٰئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِّن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ ۚ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا

Terjemah:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan amal yang baik. Mereka itu memperoleh surga ‘Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; mereka diberi perhiasan di dalamnya dengan gelang-gelang dari emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah.”

Referensi:
Surat Al-Kahfi ayat 30–31.

5. Kehidupan yang Baik

📖 QS. An-Nahl (16): 97

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Terjemah:
“Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka pasti Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya Kami akan beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Referensi:
Surat An-Nahl ayat 97.

6. Rumah di Surga

📖 QS. Al-‘Ankabūt (29): 58

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُبَوِّئَنَّهُم مِّنَ الْجَنَّةِ غُرَفًا تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ نِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

Terjemah:
“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, benar-benar akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.”

Referensi:
Surat Al-‘Ankabūt ayat 58.

Alhamdulillah Semoga tulisan ini bermanfaat untuk yang membacanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Revolusi AI Lokal: Membangun Aplikasi Cerdas dengan Qwen di Laptop Pribadi

Tahun 2026 menandai era baru dalam pengembangan AI lokal.  Model Qwen 3.5 kini bisa berjalan di laptop dengan kecepatan 5.5 tokens per detik...